Kamis, 19 April 2012

Memperbaiki Kolom dan Balok yang Rusak


Kerusakan kolom dan balok pada bangunan rumah tinggal di antaranya terlihat di rumah Sismuhartono, warga daerah Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ketika Tabloid RUMAH bertandang ke rumahnya, terlihat kolom dan balok di dekat pintu masuk terkelupas dan beberapa tulangannya sedikit tertekuk.
Menurut Sismuhartono, untuk sementara balok dan kolom diberi penyangga. Rencananya setelah bagian dalam rumah selesai diperbaiki ia akan segera memperbaiki kolom dan balok yang rusak itu. Bagaimana perbaikan ini seharusnya dilakukan?
Berbeda Perlakuan
“Memperbaiki kolom dan balok berbeda dengan memperbaiki dinding; tidak sekadar membongkarnya lalu menggantinya dengan yang baru,” ujar Ir. Ign. Benny Puspantoro, MSc IP-Md (pengurus harian HAKI—Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia) Komda Yogyakarta. “Perhitungan ulang kekuatan dan dimensi struktur yang telah mengalami penurunan kekuatan harus dilakukan agar struktur itu tidak kembali rusak setelah diperbaiki,” tambahnya.
Untuk memperbaiki kolom dan balok, menurut Benny, Anda harus tahu terlebih dahulu detail struktur (letak, jumlah, dan dimensi baja tulangan) kolom dan balok yang rusak. Bila tulangan pada kolom atau balok yang rusak sudah cukup aman maka proses perbaikan bisa langsung dilanjutkan.
Jika tulangan belum cukup aman memikul beban termasuk beban gempa, Anda harus menambah tulangan pada elemen yang rusak itu. Sebagai contoh, bila tulangan sengkang pada kolom yang rusak ternyata jumlahnya tidak memadai, Anda harus menambah tulangan sengkang pada kolom itu.

Periksa Kerusakan
Selain melihat detail strukturnya, Benny juga menyarankan agar pemilik rumah berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak yang mengerti struktur bangunan seperti lembaga universitas yang mempunyai fakultas Teknik Sipil, asosiasi keahlian (seperti HAKI), produsen dan aplikator material perbaikan struktur, atau konsultan teknik. Tujuannya agar bisa menentukan metode perbaikan yang tepat sesuai dengan kondisi kerusakan.
Menurut Dr. Kazuo Konagai (peneliti teknik gempa dari The University of Tokyo) ketika ditemui saat memimpin rombongan Japan Society of Civil Engineering ke Bantul pada pertengahan bulan Juni 2006 lalu, kita tidak bisa menyamaratakan perbaikan pada setiap kerusakan yang terjadi pada elemen struktur beton. Keretakan di ujung balok, misalnya, membutuhkan perbaikan yang berbeda dengan keretakan yang berada di ¼ bentang balok.
Secara garis besar, kerusakan elemen struktur dibagi menjadi dua, yaitu kerusakan dengan kondisi tulangan sudah luluh (tulangan tertekuk dan patah) dan kerusakan tanpa ada tulangan yang luluh. Berikut dijelaskan beberapa metode perbaikan kerusakan pada elemen struktur beton bertulang.

Sumber : www.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar